ANAK MUDA AYO BANGKIT….
JANGAN KITA TERGILAS OLEH GLOBALISASI.
"From village To Globalism"
Tema ini saya tulis, karena terinspirasi artikel sebelumnya, kami dari Sanggar Telematika Tegallinggah, ingin mengajak teman-teman , penentu kebijakan, wakil rakyat dan handaitolan semua bisa bersatu padu membuat terobosan –terobosan yang bisa akan bermanfaat dalam menyiapkan diri menghadapi persaingan global yang semakin keras. Jangan sampai masyarakat bawah hanya dijadikan komoditas politik belaka.
Mari kita berpikir sejenak, mari kita saling introspeksi, dari perkembangan yang ada, dan apa sih yang menyebabkan seperti itu …. ??? mari coba kita renungkan ,
- Kenapa kita tidak berpikir mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk beli HP dengan Generasi terbaru …..???
- Kenapa kita punya computer atau laptop dengan merek terkenal dan generasi terbaru hanya difungsikan untuk pengetikan saja ….????
- Kenapa kita klo mengeluarkan biaya untuk pulsa hp sampai ratusan ribu, bahkan bisa jadi sampai jutaan rupiah tidak menjadi pikiran… ???
Pertanyaan seperti itu muncul dibenak saya. Mungkin ini pandangan seorang anak Desa yang dengan lugu dan polosnya kurang bisa mengikuti tren… ???, atau seperti kata anak muda dibilang ketinggalan jaman…. Apakah pertanyaan – pertanyaan itu menandakan bahwa yang bersangkutan ketinggalan jaman… ??? Kenapa kita sering tidak jujur terhadap diri kita sendiri untuk berani menampilkan jati diri kita apa adanya, Apakah kita akan selalu menjungjung gengsi selangit…., padahal Bung karno pernah berkata “ Gantungkan Cita-citamu Setinggi langit “.
Kenapa dunia teknologi informasi begitu pesat perkembangannya…. ??? dan product ini sudah sampai merambah pelosok Desa yang terpencil sekalipun, konter hp sudah tidak asing lagi di Desa, berjejer laksana seperti pedagang sembako, apakah ini namanya revolusi teknologi Informasi ….. ???. sepertinya Tren sekarang klo tidak pegang hp katanya tidak gaul. Dan perlu disadari apapun yang kita pegang selalu seperti memegang Pedang bermata Dua, apa akan dimanfaatkan Positif ataukah akan dimanfaatkan kehal-hal yang negatif… ???
Kemiskinan dalam kontek paradigma lama diartikan kekurangan pangan, sandang, papan, makanya tidak salah program Pemerintah sekrang masih hanya berkutat urusan perut saja seperti Beras miskin ( Raskin ). Pemikiran sekarang yang berkembang, Kemiskinan yang ada sekarang sudah bertambah yaitu miskin Informasi dan miskin akan akes terhadap Informasi itu sendiri. Untuk itu sudah saatnya mari bangkit ,Apakah kita mau tergilas dalam kancah persaingan Global…. ???, No….No…., sayang….sekarang kondisinya terbalik, kita tidak gagap Teknologi justru kita sekarang menjadi korban perkembangan Teknologi … apa sebab kita selalu menjadi konsumtif tanpa memanfaatkan teknologi untuk menjadi Sesuatu yang produktif, akhirnya menambah beban pengeluaran, kemiskinan bukan berkurang, tetapi justru meningkat.
Salam dari Sanggar Telematika mari kita gaungkan Program “ From Vilage To Globalism “
Kontributor Komang Sugiarta
Sanggar Telematika Tegallinggah



2 komentar:
zaman yang serba instan perlu diimbangi dengan pengetahuan baru dari dunia cyber yang serba ada, dan hal itu tidak bisa dipungkiri ataupun menutup diri,tradisipun bisa dimodernisasi
memang benar apa yang bapak komang katakan.sayapun selaku pemuda desa dulunya tidak mengenal yang namanya komputer.tapi sekarang karena saya tidak ingin ketinggalan jaman, makanya saya mencoba belajar terus dan akhirnya usaha sayapun membuahkan hasil.selain itu juga dalam mencari pekerjaan sangatlah dituntut untuk tau tentang teknologi tersebut.terima kasih!maaf kepanjangan he....he...
Poskan Komentar