Pengertian Siwaratri Masyarakat Zaman ini
Dalam ajaran Umat Hindu dikenal dengan adanya beberapa zaman yang kini sudah mencapai Zaman Kaliyuga.Berawal dari zaman Weda hingga kini sudah mencapai Zaman Kaliyuga tentunya dalam tahap perubahannya tentunya juga mempengaruhi perilaku manusia saat ini. Hal itu sangat terlihat sekali dalam perkembangan manusia yang semakin pesat dan semakin modern. Zaman yang sering disebut – sebut sebagai Zaman modern yang dipenuhi dengan alat – alat yang semakin canggih dan dengan teknologi yang berkembang.Sehingga pemikiran manusianya-pun semakin modern. Teknologi semakin berkembang sedangkan pendalaman tentang agama dan budaya semakin berkurang.
Ini dapat dilihat dari tingkah laku masyarakat Umat Hindu di Bali yang lupa dengan Bahasa Daerah Bali dan memakai Bahasa Indonesia agar terkesan lebih modern. Yang lebih memprihatinkan lagi pergaulan anak muda sekarang ini sering menggunakan Bahasa yang tidak etis atau tidak sesuai dengan kaidah Bahasa pada umumnya yang disebut dengan Bahasa Gaul. Sebelum ngelantur lebih jauh, dalam tuulisan ini saya tidaklah akan menjelaskan tentang apa itu siwaratri ? Bagaimana sejarah tentang siwaratri ? dan yang lainnya, yang menjelaskan mengenai Siwaratri.
Sebagai Organisasi yang sudah kami bentuk, yang kami beri nama Sanggar Telematika Tegallinggah maka kami mengemban tugas untuk mencerdaskan masyarakat lewat pelatihan – pelatihan tentang teknologi dengan tidak meninggalkan Budaya, Agama, dan mencoba memadukan semuanya menjadi satu karena semuanya mempunyai fungsi yang erat kaitannya dalam memperoleh kehidupan yang sejahtera.Berbicara tentang Hari Raya Siwaratri, banyak orang bertanggapan bahwa :
- çiwaratri merupakan malam untuk peleburan dosa.
- Dengan begadang semalam suntuk kita bias melebur dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
- Atau ada pula yang bertanggapan bahwa çiwaratri merupakan malam layaknya Malam Tahun Baru yang dirayakan dengan sedemikian meriahnya.
Menepis tanggapan itupun saya dapat memaparkan bahwa çiwaratri itu sebagai berikut :
- Dalam kutipan perkataan Maha Resi Wasista kepada raja Dilipa dalam lontar Padmabhuana sebagai berikut :
1. Srnu rajan prayakayami sivaratrivrratah tavo vratanam uttaman sukene chivalokaikasadhanam,
Yang artinya :
Tuhanku, dengarkan, dan saya akan menerangkan kepada tuanku tentang bratta malam siwa, yang jelas merupakan brata yang paling istimewa, yaitu jalan untuk mencapai sorga Siwa.
2. Maghaphaigunayer madhye kranapakno caturdasi sivaratri vijnayo narpapaharini.
Yang artinya:
Malam ke-14 yang gelap pada pertengahan bulan Magha ( sasih kepitu ) atau phalguna ( sasih kaulu ) haruslah dikenal sebagai malam siwa yang membebaskan semua dosa.
3. Kropavana toyam siwam arsanti jagetah bilvapatris caturyaman teyanti sivarulyatam.
Yang artinya :
Mereka yang berpuasa dan tetap tidak tidur, berbakti kepada Dewa siwa dengan daun bila selama malam itu mendapat identitas dengan Dewa siwa.
Dengan membaca penjelasan tersebut maka dapat saya simpulkan bahwa pada malam siwaratri merupakan malam yang sangat suci sehingga sangat baik untuk melakukan brata ataupun yoga dalam rangka perenungan tentang perbuatan yang telah kita lakukan sehingga kita menyadari akan kesalahan yang telah kita lakukan dan tidak akan mengulanginya lagi.sehingga tuhan dalam manivestasinya sebagai siwa bisa memaafkan dan menghapuskan dosa tersebut.Tetapi jangan anda beranggapan hanya dengan begadang semalam suntuk bisa menghapuskan dosa-dosa kita tanpa melakukan intropeksi diri melalui brata ataupun yoga pada malam itu.karena pada malam siwa itu, yang paling ditekankan bukanlah begadang yang kita lakukan, tetapi lebih pada brata atau yoga yang kita lakukan sehingga kita sadar tentang kesalahan yang pernah kita lakukan.
By Kt Sudiana
Team Sanggar Telematika
Tegallinggah



0 komentar:
Poskan Komentar